Ujian CBT yang lemot biasanya tidak disebabkan oleh satu hal saja. Penyebabnya bisa berasal dari server yang kehabisan resource, database yang berat, aplikasi CBT yang belum dioptimalkan, jaringan sekolah yang padat, atau peserta yang login bersamaan.
Agar masalah tidak berulang, sekolah perlu memisahkan sumber masalah: apakah lambat terjadi pada semua peserta, sebagian ruang ujian, saat login, saat membuka soal, atau hanya saat submit jawaban.
Butuh sistem CBT siap pakai untuk sekolah? Kerjata menyediakan sistem CBT siap pakai lengkap dengan server, setup, monitoring, support teknis, dan fitur CBT Anti AI untuk membantu mengurangi potensi kecurangan saat ujian online.
Server kehabisan CPU atau RAM
Saat banyak peserta login dan membuka soal bersamaan, CPU dan RAM bisa melonjak. Jika resource penuh, aplikasi akan merespons lebih lambat dan peserta merasa halaman tidak bergerak.
Solusinya adalah memantau resource saat simulasi, menaikkan kapasitas server, dan mengoptimalkan konfigurasi web server serta database.
Database belum dioptimalkan
Database menyimpan peserta, soal, jawaban, token, sesi, dan hasil ujian. Jika query berat atau tabel terlalu penuh tanpa optimasi, proses simpan jawaban dan rekap nilai bisa lambat.
Sekolah perlu memastikan database berjalan di storage cepat, konfigurasi buffer cukup, dan backup tidak berjalan tepat saat ujian sedang ramai.
- Pantau query lambat dan error database.
- Gunakan storage SSD atau NVMe.
- Hindari proses import besar saat ujian berlangsung.
- Jadwalkan backup di waktu yang tidak mengganggu sesi aktif.
Soal terlalu besar atau media terlalu berat
Soal dengan gambar besar, audio, video, atau lampiran berat akan menambah beban server dan koneksi peserta. Jika semua peserta memuat file besar bersamaan, ujian bisa terasa lambat meskipun server tidak sepenuhnya penuh.
Kompres gambar, batasi file media, dan uji akses soal sebelum ujian utama.
Koneksi internet dan jaringan lokal bermasalah
Jika hanya satu ruang ujian yang lambat, masalah bisa berasal dari access point, switch, kabel, atau bandwidth lokal. Jika semua peserta lambat, cek server dan koneksi utama.
Sekolah perlu melakukan uji jaringan dari beberapa ruang, bukan hanya dari komputer panitia.
- Tes ping dan akses halaman dari setiap ruang.
- Cek kapasitas access point.
- Pisahkan jaringan peserta dari penggunaan umum.
- Siapkan koneksi cadangan jika memungkinkan.
Tidak ada simulasi dan monitoring
Tanpa simulasi, sekolah tidak tahu batas server dan jaringan. Tanpa monitoring, tim teknis sulit melihat apakah masalah berasal dari CPU, RAM, disk, trafik, database, atau koneksi peserta.
Simulasi dan monitoring membantu sekolah menemukan masalah sebelum ujian utama, bukan saat peserta sudah mengerjakan soal.
Butuh sistem CBT siap pakai untuk sekolah? Kerjata menyediakan sistem CBT siap pakai lengkap dengan server, setup, monitoring, support teknis, dan fitur CBT Anti AI untuk membantu mengurangi potensi kecurangan saat ujian online.
FAQ
Kenapa CBT lemot saat peserta login bersamaan?
Login bersamaan membuat server dan database memproses banyak request dalam waktu singkat. Resource server, database, dan jaringan harus disiapkan untuk lonjakan ini.
Apakah menambah RAM selalu menyelesaikan CBT lemot?
Tidak selalu. Menambah RAM membantu jika masalahnya memori penuh, tetapi CBT juga bisa lemot karena CPU, database, storage, aplikasi, atau jaringan.
Apa langkah tercepat saat ujian CBT mulai lambat?
Cek monitoring server, log aplikasi, dan kondisi jaringan. Jika resource penuh, kurangi peserta per sesi atau naikkan kapasitas server jika memungkinkan.
